Saat memulai tulisan ini, gigiku masih terasa sakit, ngilu. Sejak tiga bulan lalu aku mengalaminya. Seingatku sakit gigi terakhir kurasakan saat masih kelas lima SD. Aku sempat menelepon ibuku di Kota Batu, Jawa Timur, berkeluh kesah perihal gigi ini. Ternyata ia masih ingat waktu pertamakali membawaku pergi ke puskesmas dekat rumah untuk mencabut gigi geraham kiri atas yang berlubang. Katanya, “Le, aku terpaksa meminta mantri untuk mencabut gigimu, aku tak tega melihatmu meraung-raung, terus membentur-benturkan kepala ke tembok menahan nyeri gigi.”
Perempuan dalam Keberagaman
Kapal Perempuan, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan alternatif untuk perempuan, mengadakan Training of Trainer (ToT) berjudul “Pengarusutamaan Gender dalam Gerakan Perdamaian di masyarakat”, di Wisma Hijau, Cimanggis, 20-25 Maret 2011. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pluralisme berperspektif Gender di NTB yang didukung oleh Hivos. Program Gender dan Pluralisme telah berjalan selama 1.5 tahun, dan mengalami berbagai penyempurnaan strategi advokasi.
Sederhana itu Perlu
Menarik. Obrolan seorang penulis beberapa waktu lalu tentang pentingnya kesederhanaan bahasa dalam media. Sudah 25 tahun ia malang melintang di dunia tulis-menulis. Kesederhanaan berbahasa dalam menulis menurutnya adalah kunci pengetahuan yang mampu membongkar kesadaran publik.
Langganan:
Postingan (Atom)


